Kamis, 25 April 2013

RPP

LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Nama Sekolah : SD Negeri 040515 Tiga Jumpa Kecamatan Barusjahe Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Pokok Bahasan : Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x Pertemuan). A. Standar Kompetensi Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Tujuan Kompetensi Dasar : Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa melalui pembelajaran Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya C. Indikator 1. Menuliskan pengertian globalisasi dengan bahasanya sendiri 2. Menyebutkan dampak negatif dan dampak positif dari globalisasi 3. Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasai di lingkungannya 4. Menentukan sikap pengaruh globalisasai di lingkungannya D. Tujuan Pembelajaran  Aktivitas Belajar yang ditingkatkan 1. Visual activities Siswa dapat melihat/ memerhatikan hasil presentasi kelompok yang lain tentang pengaruh globalisasi 2. Oral activities Siswa dapat mengeluarkan pendapat tentang pengertian globalisasi dengan bahasanya sendiri. 3. listening activities Siswa dapat mendengarkan pendapat teman yang lain tentang pengertian pengaruh globalisasi dengan bahasanya sendiri. 4. Writing activities Siswa dapat menuliskan pendapatnya sendiri tentang dampak negatif dan positif dari globalisasi dengan bahasanya sendiri. 5. Mental activities Siswa dapat menentukan sikap (mengambil keputusan ) dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. 6. Emotional activities Siswa lebih bersemangat untuk menentukan sikap (mengambil keputusan ) dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya..  Hasil Belajar Pkn yang ditingkatkan 1. Keterampilan Intelektual Siswa dapat menentukan sikap (mengambil keputusan ) dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. 2. Keterampilan Sikap Siswa dapat meniru contoh sikap yang baik dan benar dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. E. Materi Pokok 1. Sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungan F. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. RPP 2. Buku Siswa 3. LKS word square G.MEDIA PEMBELAJARAN 1. LKS word square H. MODEL. STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model pembelajaran PBL 2. Strategi pembelajaran siswa belajar aktif 3. Metode pembelajaran : ceramah, diskusi dan Tanya jawab Format Observasi Aktivitas Siswa Kelompok No Nama Siswa Aspek Aktivitas Jlh jlh ket 1 2 3 4 5 6 I 1 2 Dst II 1 2 A. Keterangan Aspek Aktivitas Yang Dinilai : 1. Oral activities seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, wawancara dan diskusi. 2. listening activities seperti : mendengarkan uraian percakapan, diskusi. 3. Writing activities seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan dan angket. 4. Mental activities seperti : menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan dan mengambil keputusan. 5. Emotional activities seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang dan gugup. Diedrich (Sanjaya, 2005:101) B. Kriteria skor : 1. = Tidak pernah melakukan (0) 2. = Dilakukan namun jarang (1 kali-2 kali) 3. = Sering dilakukan (3 kali) 4. = Sangat sering dilakukan (4 kali atau lebih) C. Kriteria Penilaian : 28-32 = Baik Sekali (BS) 23-27 = Baik (B) 18-22 = Cukup (C) 13-17 = Kurang (K) 8-12 = Kurang Sekali (KS)  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial
LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Nama Sekolah : SD Negeri 040515 Tiga Jumpa Kecamatan Barusjahe Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : IV (Empat) Semester : 2 (Dua) Pokok Bahasan : Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2x Pertemuan). A. Standar Kompetensi Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya B. Kompetensi Dasar Menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi yang terjadi di lingkungannya Tujuan Kompetensi Dasar : Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa melalui pembelajaran Menentukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya C. Indikator 1. Menuliskan pengertian globalisasi dengan bahasanya sendiri 2. Menyebutkan dampak negatif dan dampak positif dari globalisasi 3. Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya D. Tujuan Pembelajaran  Aktivitas Belajar yang ditingkatkan 1. Visual activities Siswa dapat melihat hasil presentasi kelompok yang lain tentang pengaruh globalisasi 2. Oral activities Siswa dapat mengeluarkan pendapat tentang pengertian globalisasi dengan bahasanya sendiri. 3. listening activities Siswa dapat mendengarkan pendapat teman yang lain tentang pengertian pengaruh globalisasi dengan bahasanya sendiri. 4. Writing activities Siswa dapat menuliskan pendapatnya sendiri tentang dampak negatif dan positif dari globalisasi dengan bahasanya sendiri. 5. Mental activities Siswa dapat menentukan sikap (mengambil keputusan ) dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. 6. Emotional activities Siswa lebih bersemangat untuk menyebutkan contoh pengaruh globalisasi di lingkungannya.  Hasil Belajar Pkn yang ditingkatkan 1. Keterampilan Intelektual Siswa dapat menentukan sikap (mengambil keputusan ) dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. 2. Keterampilan Sikap Siswa dapat meniru contoh sikap yang baik dan benar dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungannya. E. Materi Pokok 1. Sikap dalam menghadapi pengaruh globalisasi di lingkungan F. PERANGKAT PEMBELAJARAN 1. RPP 2. Buku Siswa 3. LKS word square G.MEDIA PEMBELAJARAN 1. LKS word square H. MODEL. STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model pembelajaran PBL 2. Strategi pembelajaran siswa belajar aktif 3. Metode pembelajaran : ceramah, diskusi dan Tanya jawab Format Observasi Aktivitas Siswa Kelompok No Nama Siswa Aspek Aktivitas Jlh jlh ket 1 2 3 4 5 6 I 1 2 Dst II 1 2 A. Keterangan Aspek Aktivitas Yang Dinilai : 1. Oral activities seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, wawancara dan diskusi. 2. listening activities seperti : mendengarkan uraian percakapan, diskusi. 3. Writing activities seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan dan angket. 4. Mental activities seperti : menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan dan mengambil keputusan. 5. Emotional activities seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang dan gugup. Diedrich (Sanjaya, 2005:101) B. Kriteria skor : 1. = Tidak pernah melakukan (0) 2. = Dilakukan namun jarang (1 kali-2 kali) 3. = Sering dilakukan (3 kali) 4. = Sangat sering dilakukan (4 kali atau lebih) C. Kriteria Penilaian : 28-32 = Baik Sekali (BS) 23-27 = Baik (B) 18-22 = Cukup (C) 13-17 = Kurang (K) 8-12 = Kurang Sekali (KS)  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial

Kamis, 11 April 2013

KONSEP DASAR PKN



TUGAS MID SEMESTER
KONSEP DASAR IPS






OLEH

MUHDIZAM RIDA
NIM: 8106181014





Logo 2














PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011


SOCIAL STUDIES
Social studies adalah ilmu-ilmu sosial yang dikembangkan untuk memenuhi tujuan pembelajaran/pendidikan yang penerapannya disesuaikan dengan tingkatan usia  peserta didik. Pada tingkat sekolah dasar, social studies ditekankan pada pengembangan kepribadian sebagai warga negara yang baik. Untuk menjadi warga negara yang baik maka siswa harus bertingkah laku sesuai dengan aturan atau norma yang ada di masyarakat. Dalam pembelajaran, social studies bisa diterapkan secara interaktif, seperti menulis, mengamati, berdebat, simulasi, bekerja dengan menggunakan dta-data statistik, dan keterampilan berpikir kritis dengan memanfaatkan media dan sumber belajar ( misal, multimedia dan nara sumber dari masyarakat seperti pengacara, petani, polisi, penulis, dan lain-lain.

IPS DIPANDANG SEBAGAI PENGETAHUAN DAN SEBAGAI ILMU
a.    IPS sebagai pengetahuan:
IPS merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia manusia untuk memahami suatu objek tertentu, mengenai fisik maupun metafisik. IPS sebagai pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu, berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar dan  tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu.  Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka. Dapat dikatakan, IPS adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap, karena tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh orang lain, dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta tidak universal.

b.    IPS sebagai ilmu:
IPS merupakan pengetahuan yang memiliki kerangka konseptual atau teori yang saling berkaitan yang memberi tempat pengkajian dan pengujian secara kritis dengan metode ilmiah oleh ahli-ahli lain dalam bidang yang sama, dengan demikian bersifat sistematik, objektif, dan universal. IPS sebagai ilmu bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur, dan dibuktikan. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.


KONSEPSI DAN HAKIKAT PEMBELAJARAN
KONSEP PEMBELAJARAN:
Pembelajaran  harus melampaui dari sekedar menjadikan otak manusia sebagai wadah yang terus-menerus hanya diisi oleh air informasi. Seorang guru harus membina sisi lain pada kemampuan akal manusia, yaitu kemampuan bernalar. Nalar adalah proses memecahkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah dimengerti dan dipelajari sebelumnya dari gurunya, tidak ada dalam gudang pengetahuannya, atau yang umum disebut dengan problem solving. Karena itu bernalar harus dibedakan dari belajar dalam arti transformasi pengetahuan. Nalar menggiatkan akal untuk menyimpulkan kesimpulan-kesimpulan baru dari perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki, yang lantas ditambahkan ke khazanah keilmuannya, sehingga keilmuannya dapat bertambah tanpa bergantung lagi pada pembelajaran seorang guru.

HAKIKAT PEMBELAJARAN
Pembelajaran dapat didefenisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan siswa yang direncanakan/didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran dapat dipandang dari dua sudut, pertama pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem , pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisasi antara lain tujuan, materi, strategi dan metode, media/alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi, dan tindak lanjut (remedial).
Kedua, pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. Proses tersebut meliputi persiapan, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan pembelajaran yang telah dibuat, dan menindaklanjuti pembelajaran yang telah dikelola.

FOKUS PEMBELAJARAN IPS DIKAITKAN DENGAN PENGEMBANGAN MULTIKECERDASAN PADA DIRI SISWA MENURUT PANDANGAN HOWARD GARDENER

Kecerdasan menurut Howard Gardener  merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.
Intellegence (Kecerdasan) katanya adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata (Gardner; 1983;1993).
Multiple intelegencies = Kecerdasan Ganda menurutnya meliputi;

1.    Intelegensi Linguistik
2.    Intelegensi matematis-Logis
3.    Intelegensi Ruang-Spasial
4.    Intelegensi Kinestetik-badani
5.    Intelegensi Musik
6.    Intelegensi Interpersonal
7.    Intelegensi Intrapersonal
8.    Intelegensi lingkungan/Naturalis
9.    Intelegensi eksistensial
Kekurangan atau problem, tapi juga mungkin kelebihan, dari teori kecerdasan ganda adalah, kecerdasan ini bisa berkembang terus, sebab tergantung syarat yang bisa dipenuhinya. Gardner (dalam Frame of Mind: The Theory of multiple Intelligences; 1985) menyatakan; “kecerdasan kandidat” dalam modelnya “lebih menyerupai pertimbangan artistic ketimbang penaksiran ilmiah” (hal 63). Dengan demikian, kecerdasan tambahan sebanyak apapun bisa dimasukkan kedalam model Gardner, karena menurutnya: “Tidak ada, dan tidak akan pernah ada, daftar kecerdasan manusia yang tidak terbantahkan dan diterima secara universal….kita bisa lebih mendekati tujuan itu jika kita berpegang hanya pada satu tingkat analisis (misalnya neurofisiologis)….” (hal 60). (Barbara K. Given, “Brain-Based Teaching”, hal 75).
Fokus pembelajaran IPS jika dikaitkan dengan pengembangan multikecerdasan pada diri siswa menurut pandangan Howard Gardener, menurut saya jika guru menginginkan siswa untuk mencapai suatu keterampilan tertentu dalam tujuan pembelajaran IPS haruslah memahami tingkat kecerdasan siswa atau dengan kata lain kecerdasan mana yang paling dominan dimiliki oleh siswa. Setelah pemahaman ini didapat, maka guru tidak akan merasa kesulitan dalam menerapkan suatu tujuan pembelajaran.

a.                  Aspek mekanis adalah aspek yang menjelaskan bagaimana Rpp seharusnya dibuat sedangkan aspek substantif adalah aspek yang berisi tentang muatan-muatan yang  dituangkan dalam RPP.

b.                  Langkah-langkah dalam memilih dan menyusun strategi pembelajaran yang berhubungan dengan penyampaian konsep, keterampilan, dan nilai dalam merancang KBM adalah sebagai berikut:
-            Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi serta kualifikasi hasil dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
-            Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
-            Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan ditempuh sejak awal sampai dengn sasaran.
-            Mempertimbangan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha.