TUGAS MID SEMESTER
KONSEP DASAR IPS
OLEH
MUHDIZAM RIDA
NIM: 8106181014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011
SOCIAL STUDIES
Social studies adalah ilmu-ilmu sosial yang dikembangkan untuk memenuhi tujuan pembelajaran/pendidikan yang penerapannya disesuaikan dengan tingkatan usia peserta didik. Pada tingkat sekolah dasar, social studies ditekankan pada pengembangan kepribadian sebagai warga negara yang baik. Untuk menjadi warga negara yang baik maka siswa harus bertingkah laku sesuai dengan aturan atau norma yang ada di masyarakat. Dalam pembelajaran, social studies bisa diterapkan secara interaktif, seperti menulis, mengamati, berdebat, simulasi, bekerja dengan menggunakan dta-data statistik, dan keterampilan berpikir kritis dengan memanfaatkan media dan sumber belajar ( misal, multimedia dan nara sumber dari masyarakat seperti pengacara, petani, polisi, penulis, dan lain-lain.
IPS DIPANDANG SEBAGAI PENGETAHUAN DAN SEBAGAI ILMU
a. IPS sebagai pengetahuan:
IPS merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia manusia untuk memahami suatu objek tertentu, mengenai fisik maupun metafisik. IPS sebagai pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu, berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar dan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka. Dapat dikatakan, IPS adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap, karena tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh orang lain, dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta tidak universal.
b. IPS sebagai ilmu:
IPS merupakan pengetahuan yang memiliki kerangka konseptual atau teori yang saling berkaitan yang memberi tempat pengkajian dan pengujian secara kritis dengan metode ilmiah oleh ahli-ahli lain dalam bidang yang sama, dengan demikian bersifat sistematik, objektif, dan universal. IPS sebagai ilmu bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur, dan dibuktikan. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.
KONSEPSI DAN HAKIKAT PEMBELAJARAN
KONSEP PEMBELAJARAN:
Pembelajaran harus melampaui dari sekedar menjadikan otak manusia sebagai wadah yang terus-menerus hanya diisi oleh air informasi. Seorang guru harus membina sisi lain pada kemampuan akal manusia, yaitu kemampuan bernalar. Nalar adalah proses memecahkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah dimengerti dan dipelajari sebelumnya dari gurunya, tidak ada dalam gudang pengetahuannya, atau yang umum disebut dengan problem solving. Karena itu bernalar harus dibedakan dari belajar dalam arti transformasi pengetahuan. Nalar menggiatkan akal untuk menyimpulkan kesimpulan-kesimpulan baru dari perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki, yang lantas ditambahkan ke khazanah keilmuannya, sehingga keilmuannya dapat bertambah tanpa bergantung lagi pada pembelajaran seorang guru.
HAKIKAT PEMBELAJARAN
Pembelajaran dapat didefenisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan siswa yang direncanakan/didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran dapat dipandang dari dua sudut, pertama pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem , pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisasi antara lain tujuan, materi, strategi dan metode, media/alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi, dan tindak lanjut (remedial).
Kedua, pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. Proses tersebut meliputi persiapan, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan pembelajaran yang telah dibuat, dan menindaklanjuti pembelajaran yang telah dikelola.
FOKUS PEMBELAJARAN IPS DIKAITKAN DENGAN PENGEMBANGAN MULTIKECERDASAN PADA DIRI SISWA MENURUT PANDANGAN HOWARD GARDENER
Kecerdasan menurut Howard Gardener merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan tergantung pada nila IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.
Intellegence (Kecerdasan) katanya adalah kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi nyata (Gardner; 1983;1993).
Multiple intelegencies = Kecerdasan Ganda menurutnya meliputi;
1. Intelegensi Linguistik
2. Intelegensi matematis-Logis
3. Intelegensi Ruang-Spasial
4. Intelegensi Kinestetik-badani
5. Intelegensi Musik
6. Intelegensi Interpersonal
7. Intelegensi Intrapersonal
8. Intelegensi lingkungan/Naturalis
9. Intelegensi eksistensial
Kekurangan atau problem, tapi juga mungkin kelebihan, dari teori kecerdasan ganda adalah, kecerdasan ini bisa berkembang terus, sebab tergantung syarat yang bisa dipenuhinya. Gardner (dalam Frame of Mind: The Theory of multiple Intelligences; 1985) menyatakan; “kecerdasan kandidat” dalam modelnya “lebih menyerupai pertimbangan artistic ketimbang penaksiran ilmiah” (hal 63). Dengan demikian, kecerdasan tambahan sebanyak apapun bisa dimasukkan kedalam model Gardner, karena menurutnya: “Tidak ada, dan tidak akan pernah ada, daftar kecerdasan manusia yang tidak terbantahkan dan diterima secara universal….kita bisa lebih mendekati tujuan itu jika kita berpegang hanya pada satu tingkat analisis (misalnya neurofisiologis)….” (hal 60). (Barbara K. Given, “Brain-Based Teaching”, hal 75).
Fokus pembelajaran IPS jika dikaitkan dengan pengembangan multikecerdasan pada diri siswa menurut pandangan Howard Gardener, menurut saya jika guru menginginkan siswa untuk mencapai suatu keterampilan tertentu dalam tujuan pembelajaran IPS haruslah memahami tingkat kecerdasan siswa atau dengan kata lain kecerdasan mana yang paling dominan dimiliki oleh siswa. Setelah pemahaman ini didapat, maka guru tidak akan merasa kesulitan dalam menerapkan suatu tujuan pembelajaran.
a. Aspek mekanis adalah aspek yang menjelaskan bagaimana Rpp seharusnya dibuat sedangkan aspek substantif adalah aspek yang berisi tentang muatan-muatan yang dituangkan dalam RPP.
b. Langkah-langkah dalam memilih dan menyusun strategi pembelajaran yang berhubungan dengan penyampaian konsep, keterampilan, dan nilai dalam merancang KBM adalah sebagai berikut:
- Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi serta kualifikasi hasil dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
- Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
- Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan ditempuh sejak awal sampai dengn sasaran.
- Mempertimbangan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar